Pilgub Jatim: Khofifah Diserang Pakai Duit
breakingnews, politik 09:36:00
INILAMPUNG.Com --Tarik-menarik politik terus mewarnai dinamika internal PDI Perjuangan dan NU ihwal pencalonan Khofifah Indarparawansa. Politik uang merajalela untuk menjegal Khofifah sebagai calon gubernur Jatim.
Nahdlatul Ulama (NU) Jatim harus waspada bahwa lawan-lawan Khofifah Indarparawansa menggunakan politik uang dalam jumlah milyaran rupiah atau yang sebut dengan "politik kartel" yang korup, yang menghalkan segala cara untuk menghalangi majunya Khofifah.
Apa yang terjadi?
Adalah Khofifah Indarparansa yang pada tahun 1999, adalah pendukung utama Megawati di kelompok PKB. Ketua fatayat NU ini sempat dituding sebagai aktor Fraksi PKB di DPR yang berani mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon Wapres-nya Gus Dur.
‘’Hanya Khofifah yang berani mengajukan Megawati sebagai calon Wapres melalui Fraksi PKB, sehingga Mega terpilih sebagai Wapresnya Gus Dur dan kelak kemudian menjadi Presiden RI setelah Gus Dur mundur dari kekuasaan,’’ kata peneliti independen Ir Abdulrachim, mantan aktivis ITB 77/78.
Khofifah, menurutnya, adalah tokoh Fraksi PKB yang berjasa besar dalam mengajukan Megawati sebagai Wapres .
‘’PDIP selayaknya mengajukan Khofifah sebagai calon gubernur Jatim, dan bakal menang, selain melipatgandakan sinergi NU-Nasionalis,’’ kata Abdulrachim.
Kini lawan politik Khofifah di kubu-kubu yang berseberangan dengannya, mencoba menggelontorkan uang milyaran untuk menjegal pencalonan Khofifah. Politik kartel di Jatim merajalela dan Khofifah ‘’dimakan’’ sebagai korbannya. .
Media online rimanews.com, menulis Khofifah sendiri membenarkan saat dikonfirmasi soal dukungan pihak lawan politiknya itu, dan sikapnya soal Megawawati dalam capres era Gus Dur tahun 1999.
Inilah sejarah pergulatan politiknya yang nyata dan kredibel, yang musti dipahami publik dan warga NU maupun nasionalis Jatim. Adakah para tokoh nahdliyin dan nasionalis PDIP mau mendengar suara barisan pendukung Khofifah itu?
Dibatalkan Sebagai Calon
Hari ahad, 14 Juli 2013, tengah malam lalu, KPU Jawa Timur memutuskan hanya tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur Agustus 2013 nanti. Mereka adalah pasangan Eggy Sudjana-M. Sihat, Bambang DH-Said Abdullah, dan Soekarwo-Saifullah Yusuf.
Khofifah-Herman diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan lima partai politik non-parlemen terganjal dualisme dukungan Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).
Kedua partai ini juga mendukung Soekarwo-Saifullah. Melalui voting tertutup, tiga komisioner KPU Jatim menganggap Khofifah-Herman tak memenuhi syarat dukungan. Satu abstain dan lainnya menyatakan memenuhi syarat. KPU Jatim pun memutuskan Khofifah-Herman tak berhak menjadi peserta pemilihan.
Gus Solah mengaku kecewa dengan keputusan KPUD. KPU Pusat, menurut dia, harus bertanggung-jawab atas dugaan pemalsuan surat dukungan Dewan Pimpinan Wilayah PPNUI Jawa Timur versi Abdul Rachman dan KH Suaidi pada KarSa. Akibatnya pendukung Khofifah berkurang. “KPU membiarkan terjadinya keputusan yang mencederai demokrasi,” kata Gus Solah. “KPU Pusat enggak bisa lepas tangan.” (IL-2/rim)
(mj/rim)
Nahdlatul Ulama (NU) Jatim harus waspada bahwa lawan-lawan Khofifah Indarparawansa menggunakan politik uang dalam jumlah milyaran rupiah atau yang sebut dengan "politik kartel" yang korup, yang menghalkan segala cara untuk menghalangi majunya Khofifah.
Apa yang terjadi?
Adalah Khofifah Indarparansa yang pada tahun 1999, adalah pendukung utama Megawati di kelompok PKB. Ketua fatayat NU ini sempat dituding sebagai aktor Fraksi PKB di DPR yang berani mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon Wapres-nya Gus Dur.
‘’Hanya Khofifah yang berani mengajukan Megawati sebagai calon Wapres melalui Fraksi PKB, sehingga Mega terpilih sebagai Wapresnya Gus Dur dan kelak kemudian menjadi Presiden RI setelah Gus Dur mundur dari kekuasaan,’’ kata peneliti independen Ir Abdulrachim, mantan aktivis ITB 77/78.
Khofifah, menurutnya, adalah tokoh Fraksi PKB yang berjasa besar dalam mengajukan Megawati sebagai Wapres .
‘’PDIP selayaknya mengajukan Khofifah sebagai calon gubernur Jatim, dan bakal menang, selain melipatgandakan sinergi NU-Nasionalis,’’ kata Abdulrachim.
Kini lawan politik Khofifah di kubu-kubu yang berseberangan dengannya, mencoba menggelontorkan uang milyaran untuk menjegal pencalonan Khofifah. Politik kartel di Jatim merajalela dan Khofifah ‘’dimakan’’ sebagai korbannya. .
Media online rimanews.com, menulis Khofifah sendiri membenarkan saat dikonfirmasi soal dukungan pihak lawan politiknya itu, dan sikapnya soal Megawawati dalam capres era Gus Dur tahun 1999.
Inilah sejarah pergulatan politiknya yang nyata dan kredibel, yang musti dipahami publik dan warga NU maupun nasionalis Jatim. Adakah para tokoh nahdliyin dan nasionalis PDIP mau mendengar suara barisan pendukung Khofifah itu?
Dibatalkan Sebagai Calon
Hari ahad, 14 Juli 2013, tengah malam lalu, KPU Jawa Timur memutuskan hanya tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur Agustus 2013 nanti. Mereka adalah pasangan Eggy Sudjana-M. Sihat, Bambang DH-Said Abdullah, dan Soekarwo-Saifullah Yusuf.
Khofifah-Herman diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan lima partai politik non-parlemen terganjal dualisme dukungan Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI).
Kedua partai ini juga mendukung Soekarwo-Saifullah. Melalui voting tertutup, tiga komisioner KPU Jatim menganggap Khofifah-Herman tak memenuhi syarat dukungan. Satu abstain dan lainnya menyatakan memenuhi syarat. KPU Jatim pun memutuskan Khofifah-Herman tak berhak menjadi peserta pemilihan.
Gus Solah mengaku kecewa dengan keputusan KPUD. KPU Pusat, menurut dia, harus bertanggung-jawab atas dugaan pemalsuan surat dukungan Dewan Pimpinan Wilayah PPNUI Jawa Timur versi Abdul Rachman dan KH Suaidi pada KarSa. Akibatnya pendukung Khofifah berkurang. “KPU membiarkan terjadinya keputusan yang mencederai demokrasi,” kata Gus Solah. “KPU Pusat enggak bisa lepas tangan.” (IL-2/rim)
(mj/rim)
Baca Juga :
- Guru Besar Unila Berpulang
- Siapa Berani Coret Berlian Tihang dari Daftar Cagub
- Korupsi Mobil Dinas Bupati, Belum Berakhir
- Dana Pilgub, Gubernur Lempar Bola ke Pusat
- Polemik FPI - SBY Semakin Liar
- Noverisman Lebih 'At Home' Dengan PKB
- ARB Janji Sejahterakan Nelayan
- Andi Diperiksa KPK Lagi
- Ada Margiono di Acara Buka Bersama Cagub Ridho
- Pilgub Jatim: Khofifah Diserang Pakai Duit